Empat Bulan Siltap 2017 Belum Dibayar, Hasil Audensi hanya Akan Dibayar Dua Bulan


PurwakartaPos.Com | Sebagaimana diketahui Penghasilan Tetap (Siltap) aparatur pemerintahan desa di kabupaten Purwakarta pada tahun 2017 yang lalu masih belum dibayar selama empat bulan, mulai bulan September-Desember.

Menyikapi masalah tersebut menindaklanjuti hasil Rakerda pengurus Apdesi kabupaten Purwakarta yang baru-baru ini diselenggarakan di desa Linggarsari, kecamatan Darangdan akan melakukan audensi dengan PJ. Bupati Purwakarta terkait pembayaran Siltap.

Kepala desa Cipinang, kecamatan Cibatu, kabupaten Purwakarta H. Ahmad, seusai melakukan audensi Selasa (24/7) yang diadakan di Aula janaka komplek Setda Purwakarta kepada wartawan mengatakan, kami menyayangkan PJ. Bupati tidak bisa hadir dalam Audensi tersebut, namun beliau diwakili oleh PLT Sekda Purwakarta dan kepala dinas Dinas Pemberdayaan Masyarakat desa.

Dijelaskanya, kami selaku kepala desa masih terus berkomitmen untuk menagih Siltap yang empat bulan belum dibayarkan, “saya heran mendengar penjelasan Plt. Sekda yang katanya Siltap akan dibayarkan namun hanya 2 bulan saja dan itupun ada kejelasannya nanti setelah ada perubahan anggaran yang akan diketok oleh DPRD Purwakarta sekitar bulan Oktober apabila telah disetujui bersama.

Ini tidak masuk akal tegas H. Ahmad, kenapa keterlambatan Siltap empat bulan hanya akan dibayarkan dua bulan saja,”menurut penjelasan Plt. Sekda dalam audensi tadi telah terbit Perbub tahun 2017 yang menyatakan dua bulan Siltap telah hangus alias tidak bisa dibayarkan dengan alasan ada pemotongan anggaran untuk bantuan ke pemerintah pusat dari pemerintah daerah terkait batuan DAK dan DAU, “.

Lanjutnya, kami tidak habis pikir kepada Pemkab kenapa kami baru tahu setelah audensi ini bahwa ada Perbub 2017 yang mengatur soal penghangusan Siltap yang dua bulan itu, ”kami apdesi dengan berat hati menerima Perbub tersebut, tapi saya akan terus mengawal untuk memperjuangkan agar siltap yang menjadi hak kami dibayarkan," demikian tegas H. Ahmad.

Jurnalis : Agus Triyatmaka

Tidak ada komentar

Kirim Komentar Anda:

Pembaca dapat mengirimkan komentar terkait artikel atau berita yang ditayangkan. Isi komentar bukan merupakan pandangan, pendapat ataupun kebijakan kami dan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Pembaca dapat melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Kami akan menimbang setiap laporan yang masuk dan dapat memutuskan untuk tetap menayangkan atau menghapus komentar tersebut.