(VIDIO) Terancam Banjir dan Longsor, Warga Cimenyan Gruduk Proyek PT Bandung Pakar


PurwakartaPos.Com | Kurang lebih ratusan warga Kecamatan Cimenyan, hari ini menggruduk lahan proyek PT Bandung Pakar. Awalnya hanya ada puluhan warga saja yang hadir di rumah Dahlan Singarimbun, tokoh masyarakat Cimenyan.

Puluhan warga ini semula hadir guna memberikan penjelasan atas kunjungan Tim petugas DLH Propinsi Jawa Barat yang tengah melakukan verifikasi pengaduan warga atas dugaan pencemaran air kali dan perusakan alam di Kawasan Bandung Utara (KBU) tersebut.

Dihadapan petugas pengawas Lingkungan Hidup DLH Propinsi Jawa Barat yang dipimpin Risda Susanti, warga memaparkan kronologis terjadinya dugaan pencemaran air kali yang diakibatkan oleh limbah dari sebuah hotel dan bangunan lainnya di KBU.

"Sejak ada bangunan hotel itu yang diduga membuang limbah di selokan (kali), kami warga RW 23 Ligar Jaya Dalam, Kelurahan Cibeunying banyak yang  mengalami penyakit gatal-gatal. Beberapa warga bahkan sempat dirujuk ke Rumah Sakit, termasuk ada juga yang kena DB," jelas Endang Rahmat.

Tak hanya itu, beberapa warga juga sering mengalami muntah-muntah dan lemas secara mendadak. Dia pun kemudian menyodorkan hasil Lab dari Rumah Sakit Santo Yusuf untuk membuktikan adanya penyakit tidak wajar yang dialami warga kepada petugas DLH Propinsi Jawa Barat itu.

Guna membuktikan adanya kerusakan alam di Bandung Pakar dan KBU, warga dan petugas sepakat on the spot ke beberapa lokasi yang diduga sebagai sumber masalah.

Dengan berkonvoi mengunakan sepeda motor dan mobil, warga bersama petugas meninjau proyek PT Bandung Pakar yang tengah menguruk lahan. Ditempat ini warga menunjukkan kepada petugas sumber masalah yang kerap menimbulkan banjir dan tanah longsor.

Kehadiran warga dan petugas DLH Propinsi Jawa Barat itu ternyata dihalau oleh securirty Bandung Pakar. Alasannya, memasuki kawasan proyek tanpa izin. Security sebut masuk kawasan proyek harus ada izin. Himbauan ini ternyata memancing amarah warga.

"Apa PT Bandung Pakar juga ada izin? Apa sudah minta izin dan memberitahu ke warga akan di bangun pengurukan ini? Kalau ada banjir dan longsor, apakah PT Bandung Pakar peduli? Warga yang menderita pak, kami warga kampung dibawah itu yang menderita," teriak Endang, RT setempat yang diamini warga yang lain.

Beruntung cekcok ini tak berujung baku hantam. Setelah Risda Susanti terpaksa harus mengeluarkan surat tugasnya baru kemudian  beberapa anggota security terdiam.

"Kunjungan kami ini resmi pak. Ini surat tugasnya, dalam rangka verifikasi," tegas Risda Susanti kepada security Bandung Pakar.

Ribut warga dan petugas security Bandung Pakar ini ternyata memancing warga yang lain datang, hingga terhitung ratusan orang ikut hadir di tempat itu.

Usai meninjau pengurukan lahan yang sering menimbulkan longsor dan banjir. Rombongan warga dan petugas DLH kemudian meninjau langsung sumber pencemaran kali RW 23 Ligar Jaya Dalam. Ditempat ini petugas DLH menemui fakta di lapangan memang ada limbah air yang berwarna kuning dan berbau sangat menyengat.

Sebelumnya warga dan Ormas Paska Mesima telah melaporkan ke Dinas Lingkungan Hidup Propinsi Jawa Barat tentang dugaan pengrusakan dan pencemaran kali serta sumber mata air yang selama ini dikonsumsi warga Ligar Jaya Dalam, sesuai surat pengaduan beregistrasi No.010/A.06/2018.

Jurnalis : Nanang TSM
Editor : Niki Putune Sinten

BERIKUT VIDIO LENGKAPNYA :




Tidak ada komentar

Kirim Komentar Anda:

Pembaca dapat mengirimkan komentar terkait artikel atau berita yang ditayangkan. Isi komentar bukan merupakan pandangan, pendapat ataupun kebijakan kami dan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Pembaca dapat melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Kami akan menimbang setiap laporan yang masuk dan dapat memutuskan untuk tetap menayangkan atau menghapus komentar tersebut.