Menjaga Semangat Al Qur'an Pada Anak Usai Ramadhan


Ramadhan Mubarok telah meninggalkan kita.

Lantas, apa yang tersisa di dalam diri kita sebagai manusia yang penuh khilaf ini?

Ramadhan syahrul Qur'an. Orang-orang berlomba-lomba dalam mengkhatamkan alquran, mengkaji, bahkan menghafalnya. MasyaAllah.

Suasana yang dirindukan ini, semoga tak hilang lepas Ramadhan berlalu.

Biasanya, di lembaga quran kami, momen Ramadhan dan Syawal adalah masa-masa ketika orangtua mulai tersadar ingin anaknya bisa mengaji.

Entah karena adanya tayangan Hafizh Quran atau yang lainnya?

Ah, semoga ini bukan sekedar euforia dan ikut-ikutan semata.

Karena... tak jarang orangtua yang berucap seperti ini : "Bu Fatimah, saya pingin anak saya kayak yang di tv itu loh, pinter banget ngajinya."

Kemudian saya hanya bisa mengaminkan.

Karena pada hakikatnya, orangtualah kunci utama dalam menumbuhkan kecintaan anak terhadap alquran.

Bagaimana caranya?

Banyak hal yang dapat dilakukan oleh orangtua, diantaranya :

1. Memberikan keteladanan
2. Menanamkan ketauhidan melalui siroh
3. Menjaga kestabilan ruhiyah orangtua
4. Mengajarkan Al-Qur'an dengan cara yang kreatif dan menyenangkan
5. Menyediakan lingkungan yang kondusif
6. terakhir paling penting, yaitu doa yang tak henti-henti.

Yuk Ayah Bunda, mulai hari ini kita tambah porsi doa untuk anak-anak kita agar mereka menjadi para Shahabat Al-Qur'an.

Semoga, semangat belajar Al-Qur'an tak henti, hanya dibulan Ramadhan saja, tapi bulan lainnya pun tetap istiqomah. Aamiiiin.

by : Fatimah Azzahra



Tidak ada komentar

Kirim Komentar Anda:

Pembaca dapat mengirimkan komentar terkait artikel atau berita yang ditayangkan. Isi komentar bukan merupakan pandangan, pendapat ataupun kebijakan kami dan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Pembaca dapat melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Kami akan menimbang setiap laporan yang masuk dan dapat memutuskan untuk tetap menayangkan atau menghapus komentar tersebut.