Kapolda Jabar Cek Pengamanan Jalur Arus Mudik di Pos Pam Cikopo


PurwakartaPos.Com | Kepala kepolisian daerah (Kapolda) Jawa Barat, Irjen Agung Budi Maryoto, bersama jajaran pejabat Polda Jabar melakukan kunjungan ke Pos Terpadu Operasi Ketupat Lodaya 2018, di wilayah hukum Polres Purwakarta,

Tujuan kunjungan di Pos Pam cikopo kabupaten Purwakarta tersebut sekaligus memantau jalur mudik di jalur tol Cipali

Kedatangan Kapolda Jabar tersebut disambut langsung Kapolres Purwakarta, AKBP Twedi A.B., S.Sos., S.IK., M.H, Waka Polres Purwakarta KOMPOL Yanna Nurhandiana, S.H., S.IK., M.H,Damdim 0619 Purwakarta Letkol. inf. Ari Maulana, S. Sos, dan jajaran Pejabat Utama Polres Purwakarta, Kasat Res Narkoba AKP Heri Nurcahyo, SH, , Kasat Reskrim,Kasat Lantas Polres Purwakarta,para Kabag dan para kapolsek

Kapolres Purwakarta, AKBP Twedi A.B., S.Sos., S.IK., M.H mengatakan, kunjungan Kerja Kapolda Jabar ke Pos PAM Cikopo mengecek kesiapan pos pengamanan dan personil serta perangkat pendukung dalam pengamanan jalur arus mudik lebaran,mulai dari Persiapan Pengamanan Ops Ketupat Lodaya 2018 dan situasi Kamtibmas di wilayah hukum Polres Purwakarta

lanjut Kapolres menjelaskan, untuk personel sudah kami kami terjukan sebanyak 1133 personel gabungan dari TNI, Polri dan instansi terkait.

Sedangkan, untuk mengantisipasinya kerawanan, yakni  rawan macet, rawan Laka,dan rawan kriminalitas,kami sudah mempersiapkan dengan di bangun pos - pos, antara lain pos terpadu,  pos pengamanan, pos pelayanan, dan pos Gatur.

"Untuk mengantisipasi semuanya, Pasukan kita stanby kan di pos - pos yang sudah di sediakan selama jalur mudik dan arus balik," demikian Kapolres Purwakarta AKBP. Twedy A.B, Sabtu (9/6).

Jurnalis : Agus Triyatmaka




Tidak ada komentar

Kirim Komentar Anda:

Pembaca dapat mengirimkan komentar terkait artikel atau berita yang ditayangkan. Isi komentar bukan merupakan pandangan, pendapat ataupun kebijakan kami dan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Pembaca dapat melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Kami akan menimbang setiap laporan yang masuk dan dapat memutuskan untuk tetap menayangkan atau menghapus komentar tersebut.