Bandar Obat Terlarang Dibekuk Buser Polres Purwakarta


PurwakartaPos.Com | Sat Narkoba Polres Purwakarta menciduk tersangka JP (28) pemilik 8.582 butir obat-obatan dan psikotropika jenis hexymer, tramadol, aprazolam dan riklona, di Villa Panorama Indah, Desa Salam Mulya, Kec Pondoksalam, Purwakarta.

Kasat Reserse Narkoba, AKP Heri Nurcahyo SH, Sabtu (23/06/2018) mengatakan, telah melakukan penangkapan terhadap bandar obat obatan terlarang di wilayah hukum Polres Purwakarta.

Heri menjelaskan, JP diringkus berkat laporan masyarakat terkait kecurigaan adanya transaksi narkoba kemudian ditindaklanjuti dengan menurunkan sejumlah anggotanya ke Villa Panorama Indah.

“Benar saja, anggota kami menemukan ribuan butir obat obatan terlarang, selanjutnya tersangka JP langsung diamankan,” terangnya.

Dijelaskannya, dalam satu kali pengiriman tersangka warga Kelurahan Munjul Jaya, Purwakarta itu mendapatkan barang haram sebanyak 7.500 butir, dan bisa habis dalam waktu tiga hari.

“Ini ibarat satu kali beredar barang harap tersebut bisa mengancam keselamatan1500 pemuda Purwakarta, karena target pasarnya ke kalangan pelajar dan buruh. Beruntung cepat kita amankan sehingga banyak nyawa terselamatkan,” ujarnya.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, lanjut Heri, tersangka JP kini telah meringkuk diruang tahanan Mapolres Purwakarta. Tersangka pun dijerat pasal berlapis.

“Tersangka dijerat pasal 196 UU No 36/2009 tentang kesehatan dan terancam pidana penjara paling lama 10 tahun dan denda paling banyak Rp 1 miliar,” jelasnya.

“Terkait penyalahgunaan psikotropika dikenakan pasal 62 ayat 2 UU RI No 5 tahun 1997 tentang psikotropika dengan ancaman penjara paling lama lima tahun,” demikian kasat Narkoba AKP. Heri Nurcahyo.

Jurnalis : Agus Triyatmaka


Tidak ada komentar

Kirim Komentar Anda:

Pembaca dapat mengirimkan komentar terkait artikel atau berita yang ditayangkan. Isi komentar bukan merupakan pandangan, pendapat ataupun kebijakan kami dan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Pembaca dapat melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Kami akan menimbang setiap laporan yang masuk dan dapat memutuskan untuk tetap menayangkan atau menghapus komentar tersebut.