Calon Naker Bayar Puluhan Juta, Penipu Ini Diciduk Polisi


PurwakartaPos.Com | Jajaran Satreskrim Polres Purwakarta berhasil mengamankan tersangka berinisial C (32) alias Enung ditangkap setelah menipu sekitar 13 orang calon tenaga kerja yang ingin bekerja di luar negeri.

untuk mencegah tersangka melarikan diri, kita segera melakukan  penahanan,” kata Kasatreskrim Polres Purwakarta, AKP Agta Bhuwana Putra di Mapolres Purwakarta, senin (6/5)

Menurutnya, para korban dijanjikan akan diberikan pekerjaan di luar negeri dengan mudah. Karena ditawarkan gaji yang besar, belasan korban itu memberikan sejumlah uang kepada C untuk persyaratan keberangkatan. Korban penipuan berasal dari daerah Purwakarta serta Indramayu.

“Uang yang diminta oleh pelaku Rp 1 juta hingga Rp 3 juta. Para korban diiming-imingi gajih besar, yaitu sekitar Rp10 juta sampai Rp 13 juta,” ucapnya.

Pelaku menawarkan pekerjaan menjadi TKI di Singapura dan Malaysia kepada temannya secara perorangan. Tersangka yang diperintahkan oleh Y, memberitahu para korbannya akan segera bekerja dalam kurun waktu satu minggu setelah pembayaran.

Namun, hingga kini, 13 orang tersebut belum saja diberangkatkan. Tersangka, mengaku disuruh oleh Y, untuk mencari korban sejak Januari 2018.

Ia oleh Y yang kini telah masuk DPO, dijanjikan mendapatkan separuh dari hasil aksi menipunya. “Saya disuruh sama orang, untuk mencarikan orang ditawarkan kerja di Singapura, nanti hasilnya dibagi dua,” kata Enung.

Ia mengatakan baru kali ini dan terpaksa melakukan aksi penipuan itu ke temen-temannya di Purwakarta. Akibat perbuatannya, ibu dua anak itu disangkakan pasal 378 dan atau 372 tentang penipuan dan penggelapan. Dengan ancaman hukuman penjara selama empat tahun. (Agus3)



Tidak ada komentar

Kirim Komentar Anda:

Pembaca dapat mengirimkan komentar terkait artikel atau berita yang ditayangkan. Isi komentar bukan merupakan pandangan, pendapat ataupun kebijakan kami dan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Pembaca dapat melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Kami akan menimbang setiap laporan yang masuk dan dapat memutuskan untuk tetap menayangkan atau menghapus komentar tersebut.