Dirut PDAM Purwakarta Genjot Pencapaian 50.000 Pelanggan


PurwakartaPos.Com | Saatnya PDAM Purwakarta harus mandiri. Dengan pelanggan yang sudah ada sekarang yaitu kisaran 30 ribu pelanggan dirasa masih belum cukup menjadikan salah satu BUMD di kabupaten Purwakarta Jawa Barat tersebut dibilang mapan atau mandiri.

Hal tersebut dikemukakan oleh Direktur utama PDAM Purwakarta Dadang Saputra (15/5) sesuai melaksanakan syukuran HUT PDAM yang ke 42 yg diselenggarakan di Aula kantor pusat PDAM Purwakarta.

"PDAM bisa dikategorikan badan usaha yang Mandiri atau perusahaan mapan jika pelangganya sudah mencapai di atas 50 ribu. Pihak perbankanpun pasti akan lebih mempercayai kita untuk memberikan pembiayaan dengan melihat pelanggan kita yang sudah banyak dan partisipasi untuk turut membangun purwakarta  bisa kita laksanakan dengan maksimal," jelas Dadang.

PDAM Gapura Tirta Rahayu kabupaten Purwakarta saat ini usianya telah menginjak 42 tahun, sebagai Dirut PDAM Dia akan terus menggenjot jumlah pelanggan agar secepatnya 50 ribu pelanggan bisa terealisasi, bahkan lebih banyak pelanggan akan lebih baik.

"Pelanggan yang sudah tercatat di kami sekarang ini telah ada 34 ribu pelanggan, dan proyek pekerjaan instalasinya pipa sekarang sudah dan masih dikerjakan. Kami menargetkan awal 2019 pelanggan yang tercatat tersebut sudah harus teraliri air , dengan begitu pelanggan kami akan berjumlah 64 ribu," kata Dadang.

Dadang menambahkan, setelah pelanggan kami telah mencapai diatas 50 ribu jelas kami akan semakin optimal memberikan pelayanan kepada masyarakat, namun walaupun dengan kondisi saat ini kami terus berupaya untuk memaksimalkan pelayanan yang terbaik untuk masyarakat dalam memberikan suplai air bersih. Demikian dirut PDAM Purwakarta Dadang Saputra.

Jurnalis : Agus Triyatmaka


Tidak ada komentar

Kirim Komentar Anda:

Pembaca dapat mengirimkan komentar terkait artikel atau berita yang ditayangkan. Isi komentar bukan merupakan pandangan, pendapat ataupun kebijakan kami dan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Pembaca dapat melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Kami akan menimbang setiap laporan yang masuk dan dapat memutuskan untuk tetap menayangkan atau menghapus komentar tersebut.