Prajurit Menarmed 2 Kostrad Terima Sosialisasi P4GN


PurwakartaPos.Com | Ratusan anggota Resimen Armed 2/1 Kostrad Purwakarta dan anggota Persit KCK Ranting 1 Denmamen Armed 2/1 Kostrad menerima sosialisasi Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) dari Satuan Reserse Narkoba Polres Purwakarta di Aula the Gunner Resimen Armed 2/1 Kostrad, Kamis lalu.

Komandan Resimen Armed 2/1 Kostrad, Kolonel Arm Yuniar Dwi Hantono, melalui Kasi Intel Resimen Armed, Mayor Arm Muh Yunus mengatakan, upaya yang dilakukan satuan ini bertujuan  untuk mencegah anggota satuan yang terlibat langsung maupun tidak langsung terhadap penyalahgunaan Narkoba.

“Meskipun pada saat mendaftar sebagai calon pajurit TNI sudah ada tes yang harus dilewati dengan hasil tidak mengkonsumsi Narkoba, Namun, saat ini dirasa perlu diingatkan kembali sebagai pengetahuan seluruh angggota, kegiatan ini dilanjutkan pemeriksaan Test Urine untuk semua anggota Resimen Armed 2/1  Kostrad,” kata Kasi Intel.

Ditempat yang sama, Kapolres Purwakarta AKBP Twedi Aditya Bennyahdi mengatakan kegiatan ini merupakan pertama kalinya Polres Purwakarta mensosialisasikan apa itu Narkoba dan bagaimana mencegah peredaran Narkoba di satuan Resimen Armed 2/1 Kostrad.

"Ini merupakan bentuk sinergitas kami dengan Resimen armed 2, untuk mensosialisasikan secara internal. supaya rekan TNI dan Polri bekerja sama untuk memberantas peredaran Narkoba di Purwakarta,"  ujar Twedi

"Perang saat ini tidak perlu menggunakan senjata yang canggih. Cukup dengan Narkoba, suatu negara sudah bisa dikalahkan. Sekarang ini, untuk menghancurkan Indonesia tidak perlu dengan angkatan. Jadi diharapkan dengan kegiatan ini bisa menyamakan visi dan misi untuk memberantas peredaran Narkoba di Purwakarta," ungkapnya.

(Hadi/ Penkostrad)

Tidak ada komentar

Kirim Komentar Anda:

Pembaca dapat mengirimkan komentar terkait artikel atau berita yang ditayangkan. Isi komentar bukan merupakan pandangan, pendapat ataupun kebijakan kami dan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Pembaca dapat melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Kami akan menimbang setiap laporan yang masuk dan dapat memutuskan untuk tetap menayangkan atau menghapus komentar tersebut.