BUMDesa Cigelam Dorong Perekonomian Warga


PurwakartaPos.Com | Badan Usaha Milik Desa merupakan Lembaga Usaha Desa yang dikelola oleh masyarakat dan Pemerintah Desa dalam upaya memperkuat perekonomian desa dan dibentuk berdasarkan kebutuhan dan potensi desa.

Kepala Desa Cigelam, Kecamatan Babakan Cikao, kabupaten Purwakarta Suningrat saat ditemui menjelang launching Usaha Milik desa  yang dimana di desa Cigelam dibentuk  usaha pengisian ulang air minum  kesehatan. 

Dia mengatakan, pembentukan BUMDesa harus didasarkan pada kebutuhan dan potensi desa, sebagai upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat. Dari semua itu yang terpenting adalah bahwa pengelolaan BUMDesa harus dilakukan secara profesional dan mandiri.

BUMDesa merupakan pilar kegiatan ekonomi di desa yang berfungsi sebagai lembaga sosial  dan komersial. BUMDesa sebagai lembaga sosial berpihak kepada kepentingan masyarakat melalui kontribusinya dalam penyediaan pelayanan sosial. Sedangkan sebagai lembaga komersial bertujuan mencari keuntungan melalui penawaran sumberdaya lokal (barang dan jasa) ke pasar. Dalam menjalankan usahanya prinsip efisiensi dan efektifitas harus selalu ditekankan.

Dijelaskannya,  menurut Permendesa no.19  tahun 2017 berisi tentang ketentuan prioritas penggunaan Dana Desa untuk tahun 2018. Prioritas Penggunaan Dana Desa 2018 diutamakan untuk 4 Program Unggulan Kemendesa, yaitu kegiatan produk unggulan Desa atau kawasan perdesaan (PRUKADES), BUM Desa atau BUM Desa Bersama, embung, dan Sarana Olahraga Desa.

Maka dari itu, lanjutnya,  salah satunya untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan aparatur desa  Cigelam kami sepakat untuk membentuk usaha pengisian air mineral. “Ada dua macam kualitas air yang kami kelola yaitu kualitas air RO untuk kesehatan dan air mineral biasa, untuk air mineral biasa kami menjual kemasyarakat  seharga 5 rb rupiah, sedang untuk kualitas RO kami menjualnya dengan harga 10 ribu rupiah.

"Kebetulan di lingkungan desa kami untuk usaha seperti ini belum ada. Kami juga berencana  untuk memasok air minum tersebut disalah satu rest area 72 tol Cipularang, kebetulan wilayah tersebut masuk di desa,  kami masih dalam tahap merintis, masih banyak kebutuhan yang kami perlukan untuk mengembangkan usaha tersebut diantaranya kami masih butuh kendaraan untuk mensuplai ke toko-toko dan pangkalan-pangkalan serta tenaga ahli untuk bidang pemasaranya," katanya.

Kedepan, imbuhnya, kami juga berencana akan membuka pangkalan gas bersubsidi, mengingant sering sekali pasokan gas dari pangkalan terlambat dan itu membuat warga kesulitan mencari gas, kalaupun ada harganya bisa hampir 2x lipat dari harga yang ditetapkan oleh pemerintah. Demikian kepala desa Cigelam Suningrat.

Jurnalis : Agus Triyatmaka

Tidak ada komentar

Kirim Komentar Anda:

Pembaca dapat mengirimkan komentar terkait artikel atau berita yang ditayangkan. Isi komentar bukan merupakan pandangan, pendapat ataupun kebijakan kami dan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Pembaca dapat melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Kami akan menimbang setiap laporan yang masuk dan dapat memutuskan untuk tetap menayangkan atau menghapus komentar tersebut.