Kasus Dugaan Korupsi SPPD Fiktif di DPRD Purwakarta 2 Tahun Mangkrak, Ini Kata Kejaksaan


PurwakartaPos.Com | Dua tersangka dugaan korupsi SPPD fiktif di DPRD Purwakarta belum juga di tahan. Kedua tersangka yaitu mantan Sektretaris Dewan (Sekwan) berinisial AR dan mantan bendahara DPRD berinisial HUS.  Kedua tersangka yang sudah ditetapkan tersebut saat menjabat pada tahun 2016 lalu di DPRD.

OLeh karena hampir 2 tahun kasus ini "mangkrak" dan menjadi perbincangan publik, banyak anggota Dewan yang kemudian menyoroti kasus ini dan berharap pihak Kejaksaan tidak mengulur-ulur lagi.

Terkait hal ini, Kasi Pidsus Kejaksaan Negeri Purwakarta, Edy Monang Samosir mengatakan bahwa belum ditahannya kedua tersangka karena masih ada berkas-berkas pemeriksaan yang belum selesai.

"Belum Kang, materi pemeriksaan belum selesai," kata Edi saat dikonfirmasi melalui seluller.

Terpisah, anggota DPRD Purwakarta yang juga ketua Fraksi Partai Nasdem Astri  Novitasari saat dihubungi via seluller, dirinya siap untuk dimintai keterangan oleh pihak kejaksaan terkait dengan dugaan korupsi SPPD fiktif.

"Saya siap, karena sudah kewajiban sebagai warga negara yang baik untuk memenuhi panggilan," kata Astri saat dihubungi via seluller.

Namun, hingga saat ini baik unsur Pimpinan maupun anggota DPRD belum mendapatkan surat panggilan dari pihak kejaksaan untuk dimintai keterangan.

"Hingga saat ini belum ada surat panggilan," imbuh Astri mengakhiri pembicaraan.

Jurnalis : Agus Triyatmaka
Editor : Niki Putune Sinten

Tidak ada komentar

Kirim Komentar Anda:

Pembaca dapat mengirimkan komentar terkait artikel atau berita yang ditayangkan. Isi komentar bukan merupakan pandangan, pendapat ataupun kebijakan kami dan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Pembaca dapat melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Kami akan menimbang setiap laporan yang masuk dan dapat memutuskan untuk tetap menayangkan atau menghapus komentar tersebut.