Jaringan Transmisi SUTET 500 KV Indramayu-Cibatu Mulai Dikerjakan


Purwakarta.Com | Jaringan transmisi Saluran Udara Tegangan Extra Tinggi (SUTET) 500 kilovolt (KV) Indramayu-Cibatu sudah mulai dikerjakan oleh PT Karya Mitra Nugraha (KMN) dengan nilai Rp 1,29 triliun.

“Proyek strategis nasional sektor ketenagalistrikan program 35.000 MW ini ditargetkan rampung selama dua tahun sejak groundbreaking dilaksanakan, dengan nilai kontraknya Rp 1,29 triliun ada 236 tower dengan ketinggian variatif, dari 82 hingga 112 meter,” kata Direktur Utama PT KMN, Permadi .

Dikatakan, saat pelaksanaan pekerjaan akan dilakukan komunikasi yang baik terhadap masyarakat pemilik lahan yang dilintasi proyek SUTET ini.

“Kita ini ingin berkomunikasi yang baik, kadang-kadang ada sawah yang panen kurang dari tiga minggu. Kita tidak bisa nunggu, akan diberi kompensasi. Kita ngak bisa main-main soal tenggat waktu, perkembangan proyek akan secara berkala dilaporkan ke Pak Presiden, pihak Kejaksaan pun turut dilibatkan apabila ada permasalahan dilapangan. Kita saat meeting bersama PLN, juga melibatkan tim pengawal dan pengaman pemerintah dan pembangunan daerah (TP4D) dari Kejaksaan. TP4D ini yang akan melakukan mediasi, jika ada permasalahan dilapangan baik secara legal maupun ekonomis,” jelasnya.

Menurutnya, PT KMN akan mengerjakan seluruh pembangunan jaringan SUTET ini, tidak ada yang di subkontrakkan.

“Ini masalah tanggungjawab perusahaan dalam menjaga mutu pekerjaan, tidak ada yang disubkontrakkan. Kita punya beberapa tenaga ahli, tapi kalau dilapangan itu butuh tenaga angkut dan pekerjaan yang tidak membutuhkan keahlian khusus, masyarakat setempat akan dilibatkan dan dipekerjakan,” tandasnya.

Direktur Bisnis Regional Jawa Bagian Tengah PT Perusahaan Listrik Negara (PLN), Amir Rosidin, mengatakan, jaringan transmisi SUTET 500 KV Indramayu-Cibatu. Secara keseluruhan dibangun mulai dari PLTU Tanjung Jati di Jepara, Jawa Tengah sampai ke GITET 500 KV Cibatu Baru, Jawa Barat ditargetkan selesai di tahun 2019.

“Pembangunan transmission line 500 KV ini, tidak saja akan memperkuat system kelistrikan tapi juga akan membawa penghematan yang luar biasa dari sisi hulunya,” ujarnya.

Terkait kebutuhan lahan, kata Amir, sudah terpenuhi dan tidak ada masalah dan sudah beres 70 %. Untuk kompensasi bagi pemilik lahan yang dilintasi SUTET, ada namanya kompensasi rate of way.

Sesuai dengan Permen ESDM, pemilik tanah dan bangunan akan diberi kompensasi, sementara tanamannya ditebang diberi ganti rugi. Dimana penilaiannya dilakukan oleh tim apresialKita akan segera mulai pekerjaan konstruksi SUTET 500 KV Indramayu-Cibatu (Deltamas) yang menghubungkan PLTU Indramayu 2 x 1.000 MW.

“Lima kabupaten akan dilintasi, Bekasi, Karawang, Purwakarta, Subang dan Indramayu,” terangnya. Demikian Amir rosidin.

Jurnalis : Agus Triyatmika

Tidak ada komentar

Kirim Komentar Anda:

Pembaca dapat mengirimkan komentar terkait artikel atau berita yang ditayangkan. Isi komentar bukan merupakan pandangan, pendapat ataupun kebijakan kami dan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Pembaca dapat melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Kami akan menimbang setiap laporan yang masuk dan dapat memutuskan untuk tetap menayangkan atau menghapus komentar tersebut.