Bakamla RI akan Tinjau Perairan Pulau Terluar Sekitar Batam


PurwakartaPos.Com | Kepala Badan Keamanan Laut RI Laksamana Madya TNI Ari Soedewo, S.E., M.H., akan meninjau perairan pulau terluar Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) yang berada di sekitar Batam. Rencana ini disampaikan Kepala Bakamla RI saat tiba di Bandara Hang Nadim Batam, Kepulauan Riau, Rabu (14/03/2018).

Peninjauan ini berkaitan dengan rencana dikembangkannya perairan di dua pulau terluar yang berbatasan langsung dengan negara Singapura. Rencana pengembangan ke arah pembangunan kawasan sentra pertumbuhan ekonomi berbasis pertahanan.

Lokasi yang menjadi fokus perhatian Bakamla RI yakni perairan Pulau Nipah dan Pulau Sambu berada di sekitar Selat Malaka berbatasan langsung dengan negara tetangga Singapura dan Malaysia. Rencananya pemerintah RI akan mengembangkan perairan tersebut sebagai tempat labuh jangkar kapal-kapal internasional yang melalui Selat Malaka dan usaha perikanan.

Kedatangan Kepala Bakamla RI di Batam dalam rangka Peninjauan Perairan sekitar Pulau Nipah dan Pulau Sambu bersama Mentri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan besok Kamis (15/3).

Kepala Bakamla RI tiba di Bandara Hang Nadim Batam, didampingi Deputi Informasi Hukum dan Kerja Sama Irjen Pol Dr. Drs. Abdul Ghofur, S.H., disambut oleh Kepala Kantor Kamla Zona Maritim Barat Laksamana Pertama TNI Eko Murwanto, S.Sos., Danrem 033 Wira Pratama Brigjen TNI Gabriel Lema, Kabidops Zona Maritim Barat Kolonel Laut (P) Eko Wahjono, Wadan Lantamal IV Tanjungpinang Kolonel Laut (P) Imam Musani Asrena Danlantamal IV Kolonel Laut (P) Robertus T Waskito, Palaksa Lanal Batam Letkol Laut (P) Mandri Kartono serta beberapa Perwira staf Zona Maritim Barat Bakamla. (Hadi/Humas Bakamla)

Tidak ada komentar

Kirim Komentar Anda:

Pembaca dapat mengirimkan komentar terkait artikel atau berita yang ditayangkan. Isi komentar bukan merupakan pandangan, pendapat ataupun kebijakan kami dan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Pembaca dapat melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Kami akan menimbang setiap laporan yang masuk dan dapat memutuskan untuk tetap menayangkan atau menghapus komentar tersebut.