Sawah Abadi Jadi Prioritas DM4Jabar Jika Terpilih Pimpin Jawa Barat


PurwakartaPos.Com | Alih fungsi lahan yang tidak memperhatikan konsep Rancangan Umum Tata Ruang (RUTR) Jawa Barat ternyata menjadi perhatian khusus pasangan DM4Jabar. Pasangan yang mengubah nama usai pengambilan nomor urut dari 'Duo DM' menjadi DM4Jabar ini mengaku merasa prihatin atas kondisi lahan pesawahan di Jawa Barat.

Hal ini ditegaskan oleh calon Wakil Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi dalam kunjungannya di Kabupaten Karawang, Selasa (20/2). Dedi Mulyadi sendiri berpasangan dengan calon gubernur Deddy Mizwar dalam perhelatan demokrasi lima tahunan rakyat Jawa Barat tersebut.

Dalam kunjungan yang dilaksanakan di Desa Panayungan, Kecamatan Teluk Jambe Timur itu, Dedi mengatakan akan menciptakan sawah abadi di Jawa Barat. Lahan pesawahan tidak boleh beralih fungsi menjadi kawasan industri atau properti.

"Antisipasinya harus ada payung hukum untuk menciptakan sawah abadi. Saya kira, nanti bisa diubah RUTR di masing-masing kabupaten/kota di Jawa Barat," katanya.

Konsep ini terlontar bukan tanpa latar belakang, Dedi memandang, sebuah kawasan yang menjadi lumbung padi tidak seharusnya diperuntukan untuk kepentingan lain. Secara jangka panjang kata dia, hal ini berakibat pada terganggung kedaulatan pangan di wilayah tersebut.

"Kalau dibiarkan, ini bahaya untuk ketersediaan bahan pangan terutama beras. Jadi, sawah harus tetap menjadi sawah, tidak boleh diubah untuk keperluan lain," ujarnya.

Sebagai sosok yang besar di lingkungan petani, Dedi merasakan pentingnya lahan sawah walau luasnya hanya satu kotak kecil. Kata dia, jika dikelola secara mandiri, luas sawah yang tidak begitu besar pun bisa menghidupi banyak keluarga.

"Kemandirian pangan kita bisa terbangun walaupun kita hanya berangkat dari satu kotak sawah kecil. Justru, kuatnya bangsa kita ada pada kemandiriannya," katanya.

Selain mampu menghasilkan bahan pokok berupa beras. Sawah menurut Dedi, juga memiliki sisi penting dalam rangka pemenuhan gizi. Pasalnya, di sawah, komoditas yang hidup bukan hanya padi. Tetapi, lauk pauk pun dapat ditemukan di sawah.

"Di sawah itu bukan hanya padi loh, ada tutut, ikan gabus, belut, kangkung dan genjer bisa tumbuh. Kalau petani kreatif kan bisa sambil menanam kacang atau sayuran lain. Saya kira ini penting untuk pemenuhan gizi petani kita," ujarnya.

Paparan Dedi diamini oleh Mak Anih (52), buruh tani di desa setempat itu menuturkan, bertani merupakan mata pencaharian masyarakat di wilayah itu. Dia dan petani lain merasa terancam dengan pembangunan berbagai kawasan industri.

"Disini masih sistem bagi hasil. Lima banding satu. Jadi tidak usah beli beras kalau persediaan masih ada. Kalau sudah habis ya terpaksa menunggu beras bulog. Cuma ya itu, lahan sawahnya makin berkurang sekarang," tuturnya. (Agus3)

Tidak ada komentar

Kirim Komentar Anda:

Pembaca dapat mengirimkan komentar terkait artikel atau berita yang ditayangkan. Isi komentar bukan merupakan pandangan, pendapat ataupun kebijakan kami dan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Pembaca dapat melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Kami akan menimbang setiap laporan yang masuk dan dapat memutuskan untuk tetap menayangkan atau menghapus komentar tersebut.