Maksud Hati Jenguk Orang Sakit, Dedi Mulyadi Malah Diserbu Emak-Emak


PurwakartaPos.Com | Calon Wakil Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi tidak menggunakan hari pertama kampanye untuk berkampanye. Pria yang dikenal dermawan itu malah menggunakannya untuk menjenguk orang sakit.

Hari ini, Kamis (15/2), Dedi sudah muncul di Desa Dawuan Tengah, Kecamatan Cikampek, Kabupaten Karawang. Di desa tersebut, ia bermaksud menjenguk Yulia (29) penderita kanker pankreas.

Yulia pernah tercatat sebagai salah satu pasien Rumah Sakit Bayu Asih Purwakarta beberapa waktu yang lalu. Di rumah sakit milik Pemerintah Kabupaten Purwakarta itulah, Yulia bertemu dengan Dedi yang saat itu masih menjabat sebagai Bupati Purwakarta.
Dalam kesempatan pertemuan itu, Yulia sempat meminta do'a kepada Dedi untuk kesembuhannya.

"Terima kasih Pak, sudah memenuhi keinginan saya untuk dijenguk bapak lagi," kata Yulia lirih.

Dedi ternyata masih mengingat keluhan Yulia pada saat pertama kali bertemu. Saat itu, dia ditagih oleh pihak bank atas cicilan hutang dengan jaminan sertifikat rumah.

"Iya dulu pernah ketemu dan curhat soal tagihan bank ya," kenang Dedi.

Suasana sepi di sekitar kediaman Yulia mendadak ramai. Rupanya, beberapa kelompok Ibu-ibu sudah berkumpul di depan rumahnya karena ingin berfoto bersama Bupati Purwakarta dua periode tersebut.

Dedi pun melayani permintaan berswafoto itu satu per satu dengan sabar.

Bagi Dedi, dalam Pilgub Jawa Barat ini tidak ada istilah kampanye karena kegiatan bertemu dengan warga sudah ia lakukan sejak lama.

"Saya mah gak kampanye, ini hanya kegiatan rutin saya saja," tegasnya.

Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun, Dedi memang sering melakukan 'blusukan' sejak Tahun 1999. Pada tahun tersebut, ia mencalonkan diri sebagai Anggota DPRD Purwakarta.

Pola pertemuan secara 'direct touch' atau sentuhan langsung, dia lakukan dalam kegiatan tersebut. Bahkan, ia sering menginap di mesjid kecil atau rumah warga di tempat dirinya menggelar blusukan.

Cara ini dia lakukan agar dapat menyerap langsung aspirasi dan keinginan masyarakat di sebuah daerah. (agus3)

Tidak ada komentar

Kirim Komentar Anda:

Pembaca dapat mengirimkan komentar terkait artikel atau berita yang ditayangkan. Isi komentar bukan merupakan pandangan, pendapat ataupun kebijakan kami dan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Pembaca dapat melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Kami akan menimbang setiap laporan yang masuk dan dapat memutuskan untuk tetap menayangkan atau menghapus komentar tersebut.