Dedi Mulyadi Geram Melihat Sang Merah Putih Lusuh di Gedung Putih Purwakarta


PurwakartaPos.Com | Bupati Purwakarta, Dedi Mulyadi, dengan terpaksa menurunkan bendera merah putih di Gedung DPRD Kabupaten Purwakarta. Sang Saka Merah Putih yang seharusnya sakral tersebut berada dalam keadaan mengkhawatirkan.

Gedung DPRD Purwakarta sendiri selama ini dikenal dengan sebutan Gedung Putih karena catnya berwarna putih dan tidak pernah berganti warna sejak zaman Belanda.

Dedi pun secara diam-diam, meminta ajudannya membeli bendera yang baru. Bendera baru tersebut merupakan bendera berbahan premium yang jauh lebih bagus dari bendera sebelumnya yang lusuh dan robek.

"Sepertinya tak ada upacara penurunan bendera di Gedung DPRD Kabupaten Purwakarta. Bahkan nampaknya sudah lebih dari satu tahun, bendera ini tidak diturunkan," kata Dedi Mulyadi, di Gedung DPRD Kabupaten Purwakarta, Jalan Ir H Djuanda No 5, Kabupaten Purwakarta, pada Kamis 1 Februari 2018.

Dedi menegaskan dirinya akan memanggil bagian umum dari Gedung DPRD Kabupaten Purwakarta. Sehingga dari kepala bagian umum hingga staf Gedung DPRD akan dikumpulkan Dedi Mulyadi dalam waktu dekat.

"Rabu depan, akan kami 'setrap' semua, dan akan saya suruh untuk menghormat bendera selama 3 jam dalam keadaan panas terik. Supaya mereka mengerti pentingnya menjaga Sang Merah Putih," ucapnya.

Selain itu para pegawai di DPRD Kabupaten Purwakarta ini diharuskan komit terhadap kebangsaan.

"Masa honornya tinggi, mereka ini kerja apa, lihat saja rumput sekitar bendera pun tinggi-tinggi. Selain itu tiang bendera pun kotor, banyak debu menempel," ucapnya.

Oleh karenanya Rabu depan, Dedi pun akan mengecat sendiri tiang bendera‎ di lapangan Gedung DPRD tersebut. "Sebelum saya suruh para pegawai Gedung DPRD Kabupaten Purwakarta, saya akan bersihkan dulu rumput di sekitarnya dan cat tiangnya," ucapnya.

Jurnalis : Agus Triyatmaka


Tidak ada komentar

Kirim Komentar Anda:

Pembaca dapat mengirimkan komentar terkait artikel atau berita yang ditayangkan. Isi komentar bukan merupakan pandangan, pendapat ataupun kebijakan kami dan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Pembaca dapat melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Kami akan menimbang setiap laporan yang masuk dan dapat memutuskan untuk tetap menayangkan atau menghapus komentar tersebut.