Polwan Purwakarta Jaga Mako SPKT di Hari Jum'at, Ini Alasannya


PurwakartaPos.com | Ada pemandangan berbeda di Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polsek Campaka. Nampak keterlibatan anggota Polisi Wanita (Polwan) dan PNS Wanita yang turut melaksanakan tugas Pelayanan, saat kaum pria dan rekan-rekannya Polisi Laki-laki (Polki) tengah menunaikan ibadah shalat Jum'at.

Selaku Polwan mereka ingin memberikan Pelayanan Masyarakat dan turut membantu atau mempermudah Anggota Polki melaksanakan kewajibannya, beribadah shalat Jum'at.

“Sementara kaum pria menunaikan ibadah shalat Jum'at, kami dari Anggota Polwan dan PNS Wanita Polsek Campaka membantu menjaga Pelayanan serta Penjagaan di Polsek Campaka” ujarnya Ipda Hj.Juli Minarti.

Dirinya menegaskan, bagi anggota Polwan, tentu menjadi kebanggaan sekaligus bagian dari pada ibadah ketika turut menjaga dan mempermudah orang lain beribadah. Mudah-mudahan menjadi pahala.

Kapolres Purwakarta AKBP Dedy Tabrani S.I.K,.M.S.i melalui Kapolsek Campaka AKP Subagyo, S.H, menyebutkan kegiatan ini merupakan Salah satu program Polres Purwakarta. Polwan melaksanakan tugas Penjagaan serta Pelayanan Masyarakat. Sedangkan untuk personel Polisi Laki Laki (polki) yang beragama Islam, wajib melaksanakan ibadah shalat Jumat.

“Dalam rangka Meningkatkan Mutu Pelayanan, Polwan dilibatkan melaksanakan tugas untuk melaksanakan Tugas pelayanan Masyarakat dan Penjagaan di Sentara Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polsek Campaka. Jadi, saat kaum pria tengah beribadah shalat Jumat, para Polwan ini melaksanakan tugas jaga sekaligus melaksanakan pelayanan Masyarakat. Alhamdulilah, respon masyarakat sangat bagus karena merasa Pelayanan yang di lakukan oleh Anggota Polwan cukup Humanis dan terkesan luwes namun tetap sigap,” tutur Kapolsek Campaka.

(Humas Polres Purwakarta/ Agus3)


Tidak ada komentar

Kirim Komentar Anda:

Pembaca dapat mengirimkan komentar terkait artikel atau berita yang ditayangkan. Isi komentar bukan merupakan pandangan, pendapat ataupun kebijakan kami dan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Pembaca dapat melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Kami akan menimbang setiap laporan yang masuk dan dapat memutuskan untuk tetap menayangkan atau menghapus komentar tersebut.