Musim Kemarau, PSK di Purwakarta Justru Menjamur


PurwakartaPos.Com | Meski musim kemarau dan kekeringan melanda sebagian bumi Indonesia, hal ini tak menggoyahkan geliat bisnis seks di kota Purwakarta. Lihat saja “pasar PSK” Cilodong Purwakarta terus bergelora meski beberapa kali ditutup.

Ditempat ini, meski sepanjang jalan sudah disulap menjadi sentra penjualan tanaman, namun keberadaan perempuan malam penjaja seks di kawasan Cilodong, Bungursari Purwakarta tetap marak.

Jika malam hari sudah tiba, puluhan perempuan berpenampilan aduhai berjejer di depan warung-warung sepanjang jalan menuju pintu Tol Cikopo. Pemandangan ini seolah abadi dan menjadi ikon Cilodong, Purwakarta.

Sejalan dengan perkembangan zaman dan ekonomi yang kian sulit di era Jokowi ini, pertumbuhan PSK di kota ini terus menjamur. Hampir di setiap hotel nyaris menyediakan  pramu-nikmat itu.

"Tumbuh suburnya praktek prostitusi di Purwakarta karena pembinaan dan pengawasan pemerintah daerah yang lemah. Dalam 6 bulan terakhir ini, tak ada catatan soal PSK. Saya tak mengerti, kemana saja satuan polisi pamong praja (Satpol PP) Purwakarta?," kata Engkus Prawira, pemerhati sosial Purwakarta kepada Purwakarta Pos, hari ini.

Menurut Engkus, biasanya Satpol PP Purwakarta rajin merazia area lokalisasi, hotel dan cafe, tapi entah kenapa akhir-akhir ini tak terdengar suaranya.

Dia berharap Satpol PP bisa kembali melakukan penertiban sebagai upaya untuk memberantas penyakit masyarakat (pekat) di Kabupaten Purwakarta.

Sebab dalam perkembangannya sekarang, kehadiran para PSK itu sudah meresahkan warga. Mereka tidak saja beroperasi di sejumlah hotel, cafe dan tempat kos-kosan, tapi juga sudah action mejeng di pinggir jalan.

Yang lebih menyedihkan, imbuh Engkus, PSK di Purwakarta kini banting harga. Ada yang hanya pasang tarif Rp. 50.000.- per shortime. Lebih parah lagi, ada yang bisa dikencani cukup dengan isi ulang pulsa HP. Astaghfirullah..! (Umi Farida)

Tidak ada komentar

Kirim Komentar Anda:

Pembaca dapat mengirimkan komentar terkait artikel atau berita yang ditayangkan. Isi komentar bukan merupakan pandangan, pendapat ataupun kebijakan kami dan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Pembaca dapat melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Kami akan menimbang setiap laporan yang masuk dan dapat memutuskan untuk tetap menayangkan atau menghapus komentar tersebut.