Rujak Bebeg Kang Jejen, Pelanggannya Banyak dari Jakarta

PurwakartaPos.Com | Rujak bebeg adalah jenis makanan kuliner yang paling disukai oleh kaum hawa. Pasalnya, karena jenis panganan ini sangat pas diburu bagi mereka yang lagi hamil muda. Bahkan ada yang menyebut sebagai bagian dari makanan orang ngidam.

Umumnya banyak pedagang rujak bebeg yang keliling di perkampungan atau perumahan, tapi tidak sedikit pula yang biasa mangkal ditempat-tempat strategis daerah kuliner.

Seperti halnya Rujak Bebeg Kang Jejen, seorang pedagang kuliner yang saban hari mangkal di depan Masjid Jami Al Falaah - Armed Sadang, Purwakarta ini, ternyata pelanggannya banyak juga dari luar kota, seperti dari Jakarta dan Tangerang.

"Biasanya, kalau hari jum'at, sabtu dan minggu mereka pasti mampir," kata Kang Jejen, hari ini.

Tak seperti pedagang rujak bebeg pada umumnya, yang selalu mengunakan tungku lesung penghalus ukuran kecil, justru yang membuat Rujak Bebeg Kang Jejen ini berbeda dikarenakan mengunakan tungku dengan ukuran yang cukup besar.

Lesung terbuat dari kayu mahoni ini memiliki tinggi setengah meter, sehingga ia mem-bebeg dengan cara berdiri, tidak sambil duduk seperti umumnya.

Menurut Kang Jejen, dengan tungku yang lebih besar dapat menimbulkan cita rasa yang bebeda.

"Itu sebabnya, pelanggan saya banyak yang bermobil," katanya bangga.

Dalam satu hari Kang Jejen bisa menjual rata-rata 100 porsi, namun khusus hari jumat, sabtu dan minggu jumlahnya bisa mencapai 200-an lebih. Karena pelanggannya yang dari Jakarta dan Tangerang pasti mampir. Padahal, Jejen menjual rujak bebeg untuk satu porsi-nya @ Rp. 10.000,. Artinya, dalam satu hari ia bisa mengantongi Rp. 2 juta hanya dari jualan rujak bebeg. Luar biasa..!!! (R-007)

Lihat VIDIO-nya klik DISINI





Tidak ada komentar

Kirim Komentar Anda:

Pembaca dapat mengirimkan komentar terkait artikel atau berita yang ditayangkan. Isi komentar bukan merupakan pandangan, pendapat ataupun kebijakan kami dan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Pembaca dapat melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Kami akan menimbang setiap laporan yang masuk dan dapat memutuskan untuk tetap menayangkan atau menghapus komentar tersebut.